Tampilkan postingan dengan label Soft Skill Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soft Skill Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012

Abstraksi

Nama : Kuntari Handayani
NPM : 16209098
Kelas :  3 EA 17


ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DALAM UPAYA PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN KEDIRI
Purbayu Budi Santosa dan Retno Fuji Rahayu

Abstraksi
PAD sebagai salah satu penerimaan daerah mencerminkan tingkat kemandirian daerah. Semakin besar PAD maka menunjukkan bahwa daerah itu mampu melaksanakan desentralisasi fiskal dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat berkurang. PAD diartikan sebagai penerimaan dari somber-sumber dalam wilayahnya sendiri, yang dipungut berdasarkan Undang-undang yang berlaku. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi PAD. Faktor-faktor tersebut meliputi: pengeluaran pembangunan, penduduk dan PDRB. Data yang diamati dalam penelitian ini adalah datu runtut waktu periode 1989-2002. Model estimasi yang digunakan adalah regresi berganda yang ditransformasikan ke bentuk logaritma.

Kata Kunci: desentralisasi fiskal, PAD, penduduk, PDRB, pengeluaran pembangunan

Rabu, 25 April 2012

Nasi Goreng


Oleh : Duryatin Amal

Rima dan Ramli tinggal bertiga dengan ibu mereka. Rima kini baru masuk SMA. Dan Ramli naik ke kelas VII SMP. Ibu mereka bekerja sebagai pencuci pakaian di beberapa rumah besar. Walaupun demikian, Rima dan Ramli tetap bercita-cita tinggi. Mereka selalu rajin belajar dan tidak putus asa.
Tahun ini, Rima sangat bangga, karena ia diterima di salah satu SMA favorit. Rima harus menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa) selama tiga hari pertama. Pada masa itu, ia bisa berkenalan dengan siswa lainnya juga dengan kakak kelas dan dengan program sekolahnya.
Pada hari kedua MOS, Kak Mimi, salah satu kakak OSIS memberi pengumuman, “Adik-adik kelas sepuluh, besok ada acara tukaran makanan. Jadi kalian semua harus bawa makanan sendiri-sendiri. Nantinya akan saling ditukarkan!”
“Kak, makanannya misalnya apa?” tanya salah seorang anak
“Oh, ya! Harus nasi lengkap dengan lauk dan sayuran. Harganya minimal Rp. 2.000,00.”
Setelah Kak Mimi pergi, Rima jadi bingung sendiri. Dia akan membawa nasi dan lauk apa? Di rumahnya tak ada lauk yang enak dan istimewa. Paling hanya tempe dan tahu. Di rumah biasanya Rima menambahkan kecap di nasi putihnya. Itu sudah terasa nikmat sekali baginya. Tapi kalau Rima membawa menu seperti itu ke sekolah, ia takut diejek kawan-kawannya.
Setiba di rumah, Rima menceritakan tugasnya itu kepada ibu.
“Rim, sekarang ibu mau kerja dulu, kamu saja yang memikirkan menu apa yang akan kamu bawa. Kalau bisa yang murah-murah saja. Agar ibu sanggup membelinya,” kata ibu.
Namun, sampai ibunya pulang kerja, Rima belum juga menemukan jalan keluarnya. Untungnya pada saat sedang belajar malam, ia menemukan ide. Rima bergegas menemui ibunya.
“Bu, bagaimana kalau besok Rima bawa nasi goreng saja? Murah dan mudah kan, Bu?” ujar Rima
“Benar juga. Kalau begitu, besok pagi-pagi akan ibu buatkan nasi goreng,” kata ibu sambil menguap.
Rima iba melihat ibunya. Ibu Rima sebenarnya belum terlalu tua. Namun karena ia bekerja sangat keras, wajahnya tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Paginya, Rima membantu ibunya memasak nasi goreng. Nasi goreng itu lalu dibungkus dengan daun pisang yang diambil dari kebunnya.
“Terima kasih, ya, Bu. Rima berangkat dulu, ya!” pamit Rima pada ibunya.
Dengan gembira ia mengayuh sepeda tuanya menuju sekolah. Beberapa saat kemudian, Rima sudah berada di dalam kelas. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya tibalah acara yang dinanti-nanti Rima. Acara pertukaran makanan.
“Adik-adik kelas sepuluh, sudah bawa makanan semua, kan?” tanya kakak OSIS.
“Sudah Kak!” jawab murid-murid kelas sepuluh serentak.
Makanan yang dibawa murid-murid lalu dikumpulkan di meja guru. Rima mulai tegang. Bagaimana jika makanannya jatuh pada temannya yang kaya? Apa dia mau memakan nasi gorengnya yang sederhana? Rima takut kalau-kalau teman-temannya mencemooh masalah itu.
Akhirnya saat pembagian makanan pun tiba. Rima mendapatkan makanan dari Rio. Sedangkan nasi  goreng bungkusannya diterima Miranda. Rima tidak langsung membuka kotak bekal dari Rio. Ia melirik ke arah Miranda yang membuka bungkusan nasi gorengnya itu.
“Wow, enak sekali! Punya siapa ini?” tanya Miranda.
“Itu punyaku,” jawab Rima.
“Oh, kamu Rima, ya?”
“Iya,” jawab Rina singkat.
“Rim, siapa yang memasak nasi goreng ini?” tanya Miranda.
“Ibuku,” sahut Rima sedikit lega.
“Kebetulan, lusa ulang tahunku. Aku sedang cari makanan katering. Apa ibumu mau menerima pesanan nasi goreng seperti ini?” tanya Miranda.
“Bisa! Tentu saja bisa! Nanti akan aku bicarakan dengan ibuku,” sahut Rima senang. Rosa dan Maya mendekati Miranda dan Rima.
“Oh, ini ya, nasi gorengnya! Boleh kucoba?” kata Rosa sambil menyendok sedikit nasi goreng. “Wah, enak sekali! Ibuku kan bekerja di kantor. Kebetulan ibu sedang bingung mencari katering untuk makan siang di kantornya! Ibuku pasti senang kalau bisa memesan nasi goreng seperti ini,” kata Rosa.
“oh tentu saja bisa!” jawab Rima
Kabar ini cepat menyebar. Sampai pada saat istirahat kedua, saat Rima sedang jalan di kantin, ibu penjual di kantin bertanya.
“Kamu Rima, ya?” tanyanya.
“Iya, ada apa, Bu?” tanya Rima heran.
“Begini, ibu mau pesan nasi goreng buatan ibumu yang katanya enak itu. Mau ibu jual di kantin ini. Kalau bisa, lusa ibu pesan lima puluh bungkus dulu. Kalau laris, nanti ibu akan pesan lebih banyak lagi!”
“Oh, ya? Baiklah, nanti saya tanyakan ke ibu!” jawab Rima senang.
“Oh, ya nanti modalnya ini ada sedikit uang,” ibu kantin menyodorkan sejumlah uang. Sampai di rumah, Rima berlari-lari mendekati ibunya yang sedang memasak. Ia bercerita tentang pesenan nasi goreng yang diterimanya tadi.
“Oh, Ibu senang sekali!” Ibu memeluk Rima. Mereka sangat bersyukur untuk berkat Tuhan hari itu.

Senin, 19 Maret 2012

Pernalaran Induktif


Pengertian Pernalaran
Pernalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau Fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Disinilah letaknya kerja pernalaran. Orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam pernalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut Proposisi.

Proposisi dan Term
Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat proposisi.
Contoh :
Semua ayam    berkokok
    Term             Term

Term dan Proposisi mempunyai hubungan yang erat. Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, Proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.

Suatu proposisi mempunyai subjek dan predikat. Dengan demikian, proposisi pasti berbentuk kalimat, tetapi tidak setiap kalimat dapat digolongkan ke dalam proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat harapan dan kalimat inversi tidak dapat disebut proposisi. Kalimat-kalimat itu biasa dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.

Contoh :
Ø  Sejenis Reptilkah Ular?
Kalimat ini dapat diubah menjadi proposisi sebagai berikut
Ular sejenis reptil.

Ø  Semoga KPK bisa memberantas korupsi di Indonesia
Kalimat di atas dapat di ubah menjadi proposisi sebagai berikut
KPK bisa memberantas korupsi di Indonesia.

Pernalaran Induktif
Pernalaran Induktif adalah Pernalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus daripada pernyataan (Premis).
Beberapa bentuk pernalaran Induktif adalah sebagai berikut.
1.      Generalisasi
Generalisasi ialah proses pernalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Dari beberapa gejala dan data, kita ragu-ragu mengatakan bahwa “Lulusan sekolah A pintar-pintar.” Hal ini dapat kita simpulkan setelah beberapa data sebagai pernyataan memberikan gambaran seperti itu.
Contoh:
            Jika tanpa air, manusia akan mati
            Jika tanpa air, tumbuhan akan mati
            Jika tanpa air, hewan akan mati
            Jadi, jika tanpa air, makhluk hidup akan mati

benar atau tidak benarnya simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal-hal yang berikut.
1)      Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan, makin benar simpulan yang diperoleh.
2)      Data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang benar.
3)      Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data

2.      Analogi
Analogi adalah cara penarikan pernalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh:
            Adi adalah seorang mahasiswa Universitas Gunadarma.
            Adi harus menaati peraturan di Universitas Gunadarma.
            Fandi adalah seorang mahasiswa Universitas Gunadarma.
            Oleh sebab itu, Fandi harus menaati peraturan di Universitas Gunadarma.

Tujuan pernalaran secara analogi adalah sebagai berikut :
·      Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan
·      Analogi digunakan untuk menyingkap kekeliruan
·      Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi

3.      Hubungan Kausal
Hubungan Kausal adalah pernalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Dalam kaitannya dengan hubunga kausal, tiga hubungan antarmasalah, yaitu sebagai berikut :
a.       Sebab-Akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. disamping itu hubungan ini dapat berpola A menyebabkan B, C,D dan seratusnya. Jadi, dari satu peristiwa yang dianggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu.
Seperti contoh dibawah ini :
·         Angin Topan menyebabkan pohon-pohon tumbang.
b.      Akibat-Sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi kedokter, kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Akan tetapi, dalam pernalaran jenis akibat-sebab ini, peristiwa sebab merupakan simpulan.
Contoh
·         Masuk angin karna keujanan kemarin
c.       Akibat-Akibat
Akibat-akibat adalah suatu pernalaran yang menyiratkan penyebabnya peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat” yang lain.
Contohnya  adalah sebagai berikut.
·   Ketika pulang dari Sekolah, Ani melihat ibunya sudah selesai memasak, maka Ani menyimpulkan di meja makan pasti ada makanan yang bisa dimakan.