Minggu, 08 Mei 2011

Pemberdayaan Nelayan dalam Upaya Mengurangi Kemiskinan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berbagai hasil kajian penelitian, selama ini, tentang kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan telah mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka, khususnya yang tergolong nelayan buruh atau nelayan-nelayan kecil, hidup dalam kubangan kemiskinan.
Kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar minimal kehidupan sehari-hari sangat terbatas. Bagi masyarakat nelayan, diantara beberapa jenis kebutuhan pokok kehidupan, kebutuhan yang paling penting adalah pangan. Adanya jaminan pemenuhan kebutuhan pangan setiap hari sangat berperan besar untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.
Kusnadi, 2006 mengidentifikasi sebab-sebab pokok yang menimbulkan kemiskinan nelayan :
a.       Belum adanya kebijakan dan aplikasi pembangunan kawasan pesisir dan masyarakat nelayan yang terintegrasi atau terpadu di antara para pelaku pembangunan.
Strategi-strategi yang dapat ditempuh:
-          Mendorong secara bertahap format kebijakan pembangunan nasional pada masa mendatang untuk lebih berorientasi pada pengembangan sektor kemaritiman nasional karena memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dibanding sumberdaya yang lain
-          Meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi program pembangunan antar unit kerja di internal instansi departemen; lintas departemen; atau antar pelaku pembangunan kawasan pesisir dan masyarakat nelayan.
-          Mendorong pemda merumuskan blue print kebijakan pembangunan kawasan pesisir dan masyarakat nelayan secara terpadu dan berkesinmabungan
b.      Menjaga konsistensi kuantitas produksi (hasil tangkap) sehingga aktivitas sosial ekonomi perikanan di desa-desa nelayan berlangsung terus
Strategi:
-          Meningkatkan kualitas teknologi penangkapan dan dukungan fasilitas lain yang memadai. Sifat teknologi tersebut adalah ramah lingkungan, relevan dengan kondisi perairan, dan bisa mengatasi tantangan alami.
-          Meningkatkan akses informasi nelayan terhadap layanan peta lokasi potensi ikan
-          Menjaga kelestarian lingkungan laut dengan bergabagi upaya yang konstruktif dan berlanjut.
c.       Masalah isolasi geografis desa nelayan, sehingga menyulitkan keluar masuk barang, jasa, kapital, dan manusia. Berimplikasi melambatkan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat nelayan.
Strategi:
-          Membangun sarana dan prasarana ekonomi, seperti jalan raya, sarana transportasi, pelabuhan perikanan, dan fasilitas pendukung lainnya.
-          Membangun pusat informasi dan fasilitas pendukungnya
d.      Keterbatasan modal usaha atau investasi sehingga menyulitkan nelayan meningkatkan kegiatan ekonomi perikanannya
Strategi:
-          Mengembangkan fungsi lembaga keuangan mikrodan koperasi yang memihak nelayan
-          Membangun usaha bersama, seperti melalui pemilikan sarana-sarana penangkapan secara kolektif
e.       Adanya relasi sosial ekonomi ”eksploitatif” dengan pemilik perahu dan pedagang perantara (tengkulak) dalam kehidupan masyarakat nelayan
Strategi:
-          Mengurangi beban utang piutang yang kompleks para nelayan kepada pemilik perahu dan tengkulak
-          Memperbaiki norma sistem bagi hasil dalam organisasi penangkapan, sehingga tidak merugikan nelayan
-          Mengoptimalkan peran lembaga ekonomi lokal, seperti KUD Mina dan TPI
f.       Rendahnya tingkat pendapatan rumah tangga nelayan, berdampak sulitnya peningkatan skala usaha dan perbaikan kualitas hidup
Strategi:
-          meningatkan pemilikan lebih dari satu jenis alat tangkap, agar bisa menangkap sepanjang musim
-          mengembangkan diversifikasi usaha berbasis bahan baku perikanan atau hasil budidaya perairan, seperti rumput laut
-          memperluas kesempatan kerja sektor off fishing
-          Transmigrasi nelayan
g.      Kesejahteraan sosial nelayan yang rendah sehingga mempengaruhi mobilitas sosial mereka
Strategi:
-          membangun fasilitas sosial untuk kepentingan publik
-          Mengurangi ”gaya hidup boros” atau pengeluran rumah tangga yang kurang perlu dan mentradisiskan menabung (saving)
-          Mengembangkan program pendidikan atau pelatihan ketrampilan menengah berbasis kegiatan ekonomi perikanan dan kelautan, bagi anak-anak nelayan

B.     Tujuan
Tulisan ini bertujuan agar para mahasiswa dapat mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang  pembedayaan nelayan dalam upaya mengurangi kemiskinan. Dan untuk para nelayan bisa lebih berupaya dalam meningkatkan kesejahteraannya dan mengurangi bentuk kemiskinan di Indonesia.

C.     Sasaran
Sasaran tulisan ini untuk para mahasiswa dan para masyarakat dapat lebih peka terhadap kehidupan nelayan. Dan sebagai sarana bagi nelayan untuk berupaya untuk meningkatkan kesejahteraannya.


BAB II
PERMASALAHAN

A.    Indikator Kemiskinan pada Nelayan
Dalam mengukur tingkat kesejahteraan nelayan ada beberapa indikator yang digunakan seperti indikator Perubahan Pendapatan Nelayan dan indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN). Ditjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (P3K) (2007), mengembangkan konsep dalam penyusunan indikator kesejahteraan masyarakat pesisir adalah dengan menggunakan Konsep Pemetaan Kemiskinan (Poverty Mapping). Tahap awal Ditjen P3K baru melakukan sampling di Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara dan Pesisir Pantai Propinsi Jawa Timur.
Peta kemiskinan di Propinsi Jawa Timur diukur dengan The Proverty Headcount Index yang menggambarkan persentase dari populasi yang hidup di dalam keluarga dengan pengeluaran konsumsi per kapita dibawah garis kemiskinan ; The Proverty Gap Index yaitu kedalaman kemiskinan di suatu wilayah merupakan perbedaan rata-rata pendapatan orang miskin dari garis kemiskinan sebagai suatu proporsi dari garis kemiskinan tersebut; dan The Severity of Poverty yang menunjukkan kepelikan kemiskinan di suatu wilayah.
Hasil akhir dari penelitian menyebutkan, bahwa indikator kesejahteraan nelayan yang terangkum dalam Nilai Tukar Nelayan (NTN) masih dapat dipertahankan sebagai salah satu referensi dasar yang amat berharga untuk merumuskan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Dalam mempertajam analisis dan kebijakan pemberdayaan masyarakat nelayan, indikator NTN masih perlu disandingkan dan dilengkapi dengan data dasar dan indikator kemiskinan nelayan di daerah pesisir dan kawasan pantai di Indonesia.
Hasil studi Pengukurun Indikator Kesejahteraan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan mengenai indicator kesejahteraan nelayan sebagai berikut :

Tidak ada komentar: